WAINGAPU, SABANAPEDIA.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Timur sampai dengan saat ini baru ada lima dapur.
Walau demikian, informasi yang dihimpun sabanapedia.com menyebutkan tidak semua dapur tersebut beroperasi dengan normal saat ini.
Sementara itu untuk pembangunan dapur SPPG 3T sampai dengan saat ini masih sepi peminat dari investor.
Karenanya dari 55 SPPG 3T yang diusulkan pembangunannya oleh Sargas Kabupaten Sumba Timur ke Badan Gizi Nasional (BGN) hingga saat ini belum ada yang mulai dibangun.
SppgBaca Juga: Terciduk Buang Sampah di Pinggir Jalan, Sopir Mobil SPPG Sepatnunggal Tasikmalaya Disemprot Warga
Hal ini disampaikan Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumba Timur, Yulius Ngenju saat memandu sesi diskusi panel dari Polres Sumba Timur,Kodim 1601/Sumba Timur, Kejari Sumba Timur dan Pengadilan Negeri Waingapu dalam Raker Pamong Praja Kabupaten Sumba Timur.
Dimana hal ini dipertanyakan Camat Pahunga Lodu, Yakub Mangu Yada kepada Kasdim Kodim 1601/Sumba Timur, terkait realisasi dari usulan pembangunan dapur MBG di wilayah Kecamatan Pahunga Lodu.
Yakub Mangu Yada mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan tiga lokasi yang statusnya clean and clear untuk pembangunan dapur MBG sejak tahun 2025 lalu.
Dimana dua dari tiga dapur yang diusulkan tersebut, adalah dapur SPPG 3T atau dengan target layanan kurang dari 1000 porsi per harinya.
Baca Juga: Hebat, SMK Negeri 2 SoE jadi Sekolah Pertama di TTS Punya NTT Mart dan Dapur Flobamorata
"Kami mohon penjelasan mengapa usulan pembangunan dapur MBG di wilayah kami sejak tahun 2025 lalu, tetapi sampai dengan saat ini belum ada pembangunan dapur MBG di wilayah kami," jelasnya.
Kasdim Kodim 1601/Sumba Timur, Mayor Inf Sambudi mengakui, Kodim 1601/Sumba Timur merupakan unit yang pertama kali diminta datanya untuk pengusulan pembangunan dapur MBG oleh BGN.
Karena itu, pihaknya telah mengerahkan anggota untuk melakukan pendataan di lapangan untuk melaporkannya ke BGN sesuai standar yang diminta.
Namun keputusan pembangunan dapur MBG kembali kewenangannya ada di BGN, sehingga diluar kendali mereka.
Baca Juga: Kepala BGN Sebut MBG Atasi Anak Drop Out, Anak di NTT Gantung Diri Karena Tak Mampu Beli Buku
Artikel Terkait
Melanggar, Satpol PP Yogyakarta Bongkar Lapak dan Bubarkan Street Coffee Jembatan Kewek
Kunjungi Dua Sekolah, Bupati Kupang Yosef Lede Soroti Tunjangan Sertifikasi Guru hingga Fokus Benahi Pendidikan
Chelsea dan Liverpool Tidak Berdaya Saat Hadapi Paris Saint Germain di Liga Champions
Respons Masukan dari Lintas Sektor, Bupati Sumba Timur Tegaskan Keberpihakan Kepada Masyarakat
Menanam Harapan dan Kepedulian, KPPN Waingapu Gelar Baksos dan Penanaman Pohon di Asrama SLB Kanatang