WAINGAPU, SABANAPEDIA.COM - Paroki Sang Penebus Waingapu melakukan launching logo dan maskot untuk perayaan HUT ke-75 tahun 2026.
Peluncuran logo dan maskot ini dihadiri Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, Asisten Administrasi Umum, Umbu Maramba Memang, pimpinan Bank dan sejumlah pejabat lainnya.
Pantauan sabanapedia.com, peluncuran logo dan maskot HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu ini diawali dengan pelepasan balon oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Pater Stef Rehi Mete, CSsR dan para pejabat lainnya.
Selanjutnya para pejabat menyaksikan ribuan umat yang berarak dalam rombongan dari setiap lingkungan dan Stasi yang mengikuti lomba parade dari kompleks SMA Katolik Andaluri menuju ke pelataran Paroki.
Baca Juga: Sambut Paskah dan HUT ke-75, Paroki Sang Penebus Wara Gelar Aksi Sosial Donor Darah
Beragam tarian daerah hingga tari kreasi ditampilkan para peserta dengan sungguh-sungguh demi menarik perhatian tim juri.
Anak-anak, remaja, orang muda, hingga para lansia tidak mau ketinggalan untuk memberikan penampilan terbaik mereka di depan podium kehormatan.
Bupati Sumba Timur, Pastor Paroki dan Sekda Kabupaten Sumba Timur bahkan mendapatkan bunga dari anak-anak Lingkungan Santo Yohanes don Bosco.
Dalam sambutannya, Pater Stef Rehi Mete, CSsR menegaskan perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu ini akan berlangsung hingga 2 Oktober 2026 mendatang.
Baca Juga: Sambut Natal 2025, Paroki Sang Penebus Wara Gelar Aksi Donor Darah dan Sumbang 29 Kantong
Karenanya akan ada beragam kegiatan yang dilakukan sampai dengan perayaan puncak nantinya.
Walau demikian, perayaan ini akan dilakukan dalam semangat kebersamaan dengan umat yang telah berjalan bersama Paroki Sang Penebus Waingapu hingga akan merayakan ulang tahun ke-75 tahun ini.
Dalam semangat terang tema Ditebus dan Diutus, Pater Stef menegaskan, perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu juga akan dilaksanakan dalam semangat untuk hadir bagi orang-orang yang terpinggirkan.
"Gereja tidak boleh melupakan ini, karena Kristus datang untuk menebus semua orang dan gereja harus terus hadir bagi kaum lemah," tegasnya.
Artikel Terkait
Melanggar, Satpol PP Yogyakarta Bongkar Lapak dan Bubarkan Street Coffee Jembatan Kewek
Respons Masukan dari Lintas Sektor, Bupati Sumba Timur Tegaskan Keberpihakan Kepada Masyarakat
Menanam Harapan dan Kepedulian, KPPN Waingapu Gelar Baksos dan Penanaman Pohon di Asrama SLB Kanatang
Hadiri Musda XI Golkar Sumba Timur, Rombongan Ketua DPD Golkar NTT, Disambut Tarian Kandingang
Ini 5 Pesan Niti Susanto untuk Pengurus DPD Golkar Sumba Timur