TABANAN, SABANAPEDIA.COM - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menata kembali Monumen Bersejarah Munduk Malang yang terletak di Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat, I Made Rentin, dalam peringatan Hari Lahir ke-80 Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil.
Dalam pernyataannya, Pemprov Bali berencana melakukan penataan menyeluruh pada kawasan monumen, meliputi pembangunan dan pembenahan museum, taman, hingga aula.
Namun, realisasi program ini membutuhkan pengajuan proposal resmi yang melibatkan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur menegaskan bahwa Monumen Munduk Malang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bagian dari cikal bakal perjuangan kemerdekaan yang hingga kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap situs ini dinilai penting dan harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi juga pemerintah daerah.
Ia juga mengakui bahwa selama ini monumen tersebut belum mendapatkan perhatian maksimal. Meski demikian, Pemprov Bali berjanji akan mengawal setiap proposal yang diajukan agar penataan kawasan dapat segera terealisasi.
“Penataan kawasan seperti taman, museum, dan aula sangat penting. Ini adalah monumen bersejarah yang harus dijaga,” tegasnya.
Ketua STISPOL Wira Bhakti Dr. Ir. I Wayan Sugiartana atau yang akrab di sapa Sugik mengatakan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk menata ulang Monumen Bersejarah Munduk Malang harus segera diwujudkan.
Menurut Sugik, situs tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol perjalanan sejarah perjuangan yang memiliki nilai edukasi tinggi bagi generasi muda.
Sugik menegaskan bahwa pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, perlu menjadikan pelestarian Monumen Munduk Malang sebagai prioritas bersama.
Baca Juga: Terciduk Buang Sampah di Pinggir Jalan, Sopir Mobil SPPG Sepatnunggal Tasikmalaya Disemprot Warga
Sugik mendorong agar proses pengajuan proposal hingga realisasi penataan tidak berlarut-larut, mengingat pentingnya menjaga warisan sejarah sebagai identitas daerah.
“Monumen Munduk Malang adalah bagian dari memori kolektif masyarakat Bali. Ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana generasi sekarang dan mendatang memahami jati diri dan perjuangan bangsanya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perguruan tinggi siap berperan aktif, baik melalui kajian akademik, pendampingan perencanaan, maupun kegiatan edukasi yang melibatkan mahasiswa. Dengan demikian, penataan monumen tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan.