TABANAN, SABANAPEDIA.COM - Peringatan Hari Lahir ke-80 Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil digelar di Banjar Munduk Malang, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali jejak perjuangan para pahlawan, khususnya I Gusti Ngurah Rai, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ketua Yayasan Kebangsaan Proklamasi (YKP), I Gusti Ngurah Gede Yudana, mengisahkan peran strategis Munduk Malang sebagai titik konsolidasi kekuatan rakyat. Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya para pejuang yang sebelumnya tercerai-berai.
“Munduk Malang adalah tempat di mana para pahlawan disatukan kembali dan dibentuk menjadi kekuatan besar. Di sini juga logistik disiapkan, bahkan makanan untuk sekitar 1.500 orang pejuang,” ujarnya.
Baca Juga: Terciduk Buang Sampah di Pinggir Jalan, Sopir Mobil SPPG Sepatnunggal Tasikmalaya Disemprot Warga
Dari titik inilah, lanjut Yudana, terbentuk laskar rakyat yang kemudian berkembang menjadi kekuatan militer resmi bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia menegaskan bahwa cikal bakal kekuatan tersebut juga menjadi fondasi lahirnya Kodam IX/Udayana.
Menurutnya, perjuangan I Gusti Ngurah Rai tidak mengenal kompromi. Dengan semboyan “Merdeka atau Mati”, sang pahlawan terus berjuang meski menghadapi risiko besar, hingga kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua LVRI Bali, I Gusti Bagus Saputera, menegaskan bahwa Munduk Malang merupakan saksi bisu perjuangan mempertahankan proklamasi. Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut dipilih karena strategis—terpencil, dikelilingi pohon kelapa, serta memiliki sumber air yang cukup untuk menopang perjuangan.
“Tidak ada satu pun dari kita yang bisa menikmati kemerdekaan tanpa perjuangan besar yang dibangun oleh I Gusti Ngurah Rai dan para pejuang,” tegasnya.
Baca Juga: Melanggar, Satpol PP Yogyakarta Bongkar Lapak dan Bubarkan Street Coffee Jembatan Kewek
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga dan menghargai warisan perjuangan para pahlawannya.
Sementara itu sambutan Gubernur Bali I Wayan Koster yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat I Made Rentin mengakui bahwa keberadaan monumen bersejarah di Munduk Malang masih belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah.
Ia mendorong agar segera diajukan proposal penataan agar dapat dikawal hingga tingkat provinsi.
“Penataan kawasan seperti taman, museum, dan aula sangat penting. Ini adalah monumen bersejarah yang harus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung isu lingkungan yang tengah dihadapi Bali, khususnya terkait darurat sampah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah provinsi.
Artikel Terkait
Stispol Wira Bhakti Bikin Terobosan Baru, Sidang Skripsi Digelar Terbuka untuk Umum dan Terpublikasi Jurnal Ilmiah
Buka Pintu Untuk TNI Masuk Kampus, Pangdam IX/Udayana dan Ketua STISPOL Wira Bhakti Bertemu, Ada Komitmen Khusus Ini
Gubernur Bali I Wayan Koster Puji Yayasan Proklamasi Kemerdekaan yang Telah Berkontribusi Membangun Bali Melalui Stispol Wira Bhakti Denpasar dan SMK
Presiden Prabowo Subianto Soroti Sampah di Bali, Ketua STISPOL Wira Bhakti I Wayan Sugiartana Paparkan Strategi Solusi Terintegrasi
Lantik Pengurus BEM dan DPM Baru, Ketua STISPOL Wira Bhakti Dr. Ir. I Wayan Sugiartana Dorong Peran Aktif Mahasiswa di Era Digital
STISPOL Wira Bhakti Resmi Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027