• Sabtu, 18 April 2026

Tanpa Baju Seragam, Anak-Anak Aceh Tamiang Tetap Semangat di Hari Pertama Sekolah

.
Yentri Hauteas, SabanaPedia.com
- Selasa, 6 Januari 2026 | 21:47 WIB
Anak-anak sekolah di Aceh Tamiang harus kembali ke sekolah walau tanpa seragam. (TikTok/almehra45)
Anak-anak sekolah di Aceh Tamiang harus kembali ke sekolah walau tanpa seragam. (TikTok/almehra45)

ACEH TAMIANG, SABANAPEDIA - Sebagian anak-anak Aceh Tamiang turut memulai kegiatan belajar dengan kembali ke sekolah.

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu juga berdampak pada berhentinya kegiatan belajar, karena tak sedikit bangunan sekolah rusak hingga lenyap.

Kegiatan belajar secara nasional kemudian dimulai pada Selasa, 6 Januari 2026 usai libur akhir semester dan Nataru 2026.

Sama seperti yang lain, meski di tengah keterbatasan pascabanjir, anak-anak tetap semangat untuk memulai lagi kegiatan belajar di sekolah.

Siswa Datang ke Sekolah Tanpa Baju Seragam
Dalam video yang diunggah akun TikTok @almehra45, tampak anak-anak di Aceh Tamiang yang berdatangan ke sekolah sambil diantar oleh orang tuanya.

Baca Juga: Kasatgas Preventif Supervisi Operasi Lilin Turangga 2025 di Polres TTS, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Sejumlah orang tua bahkan ikut mengantar sampai ke gerbang dan sebagian lainnya masuk ke dalam halaman sekolah.

“Hari pertama sekolah pascabanjir bandang, 6 Januari 2026, Aceh Tamiang,” tulis keterangan pada video yang diunggah pada Selasa, 6 Januari 2026.

Anak-anak tersebut tidak memakai seragam dan sebagian bahkan terlihat mengenakan sandal hingga sepatu boots plastik.

Video tersebut juga menunjukkan kondisi salah satu ruang kelas yang hanya beralaskan tikar dengan dinding memiliki garis bekas lumpur banjir.

Video lain yang diunggah oleh akun resmi SMKN 3 Karang Baru, Aceh Tamiang juga menunjukkan momen hari pertama masuk dan berkumpul di lapangan sekolah.

Baca Juga: Bantah Dakwaan Rp809 Miliar di Skandal Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Tak Ada Uang Masuk ke Saya

Para guru yang hadir pun terlihat tidak mengenakan seragam mengajar seperti hari-hari biasanya.

Proses belajar, menurut keterangan yang diunggah oleh pihak sekolah akan dilakukan secara bertahap karena mempertimbangkan kondisi sekolah.

“Sekolah dibuka secara bertahap dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, kesiapan sarana prasarana, serta keselamatan warga sekolah,” tulis keterangan pada akun tersebut.

Halaman:

Editor: Yentri Hauteas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X